Minggu, 06 Oktober 2013

KEPULAUAN INDONESIA MASA LALU



Seperti yang telah diketahui bahwa wilayah Nusantara pada zaman dahulu merupakan suatu wilayah besar yang bergabung dengan Benua Asia untuk pulau-pulau di bagian barat, serta Benua Australia untuk pulau-pulau di bagian timur. Karena banjir besar (konon yang terjadi pada zaman Nabi Nuh AS), dataran rendah tertutup oleh air, sementara dataran yang lebih tinggi membentuk sebuah wilayah baru.



Berikut adalah gambaran wilayah pulau-pulau Nusantara pada zaman dahulu (kemungkinan):

1) Pulau Sumatra

Pulau Sumatra, atau yang juga disebut Andalas, atau Swarnadwipa (pulau emas) atau Swarnabhumi (tanah emas) merupakan pulau terbarat di wilayah Nusantara. Berikut gambaran pulau Sumatra:












2) Pulau Jawa

Pulau Jawa merupakan salah satu pulau terpadat di dunia. Pulau ini juga disebut sebagai Jawadwipa(pulau padi). Sir Thomas Stamford Raffles sangat mengagumi kesuburan tanah di pulau ini, sehingga ia menulis sebuah buku berjudul “The History of Java”. Berikut gambaran pulau Jawa zaman dahulu:










3) Sunda Kecil

Wilayah Sunda Kecil mencakup Bali, NTT dan NTB. Wilayah ini mempunyai keindahan alam yang sangat luar biasa, terutama pemandangan lautnya, baik itu di permukaan ataupun pemandangan bawah laut.












4) Pulau Kalimantan

Pulau Kalimantan juga dikenal dengan sebutan Warunadwipa (pulau dewa laut), yang kaya akan tambang dan hasil alam lainnya. Dalam beberapa naskah kuno Jawa, Pulau Kalimantan disebut juga dengan nama Nusa Kencana. Sementara Patih Gajah Mada menyebut pulau ini dengan nama Tanjungpura.












5) Pulau Sulawesi

Pulau Sulawesi disebut juga dengan sebutan Celebes. Pulau ini merupakan pulau yang telah berpenghuni sejak ribuan tahun silam. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan ditemukannya situs prasejarah di pulau ini.
















6) Pulau Maluku

Pulau ini merupakan penghasil rempah-rempah yang sangat terkenal pada zaman dahulu. Sesoteris III, Fir’aun dinasti ke-12 (4000 tahun lalu) pernah melakukan transaksi mengimpor dupa, kayu eboni, kemenyan, gading, dari daratan misterius bernama “Punt”. Meski dukungan arkeologis sangat kurang, “Punt” dapat diidentifikasi setelah Giorgio Buccellati menemukan wadah yang berisi benda seperti cengkih di Efrat tengah. Pada masa 1.700 SM itu, cengkih hanya terdapat di kepulauan Maluku, Indonesia. Pada abad pertengahan (sekitar 1600 Masehi) cengkeh pernah menjadi salah satu rempah yang paling popular dan mahal di Eropa, melebihi harga emas.










7) Papua

Papua merupakan salah satu pulau di Indonesia yang masih misterius. Pulau ini juga mempunyai salju meskipun berada di wilayah tropis yang hanya mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Robin Osborne dalam bukunya, “Indonesias Secret War: The Guerilla Struggle in Irian Jaya” (1985), menjuluki provinsi paling timur Indonesia ini sebagai surga yang hilang. Di pulau ini juga hidup burung Cendrawasih yang juga disebut sebagai burung surga karena keindahan bulunya.











Gambaran negara Indonesia jaman dahulu cukup jelas, bagaimana negara kita bergabung menjadi satu daratan dengan negara lain waktu itu. Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. 


Sumber : Disini 







Minggu, 02 Juni 2013

PENERAPAN PEMBELAJARAN DENGAN MODEL KOOPERATIF


PENERAPAN PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
 DI KELAS 6 GUNA MENGHADAPI UJIAN 2013/2014 
DI MADRASAH IBTIDAIYAH SALAFIYAH TANJUNG
KECAMATAN TIRTO KABUPATEN PEKALONGAN

Disusun untuk memenuhi tugas Ulangan Tengah Semester
Mata Kuliah : Inovasi Pendidikan
Dosen Pengampu : Muhamad Fauzan, M.Pd



Disusun Oleh :

         ABDUL JAMI’                               NIM : 342 111 001
         AFRIANTO BARON                     NIM : 342 111 003
         BURHANUDIN                             NIM  : 342 111 009
         M. KHIRZUDDIN                         NIM  : 342 111 021
         MUHAMMAD FADLAN              NIM  : 342 111 026




SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM KI AGENG PEKALONGAN
TAHUN AKADEMIK 2012/2013




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, sedangkan kualitas sumber daya manusia tergantung pada kualitas pendidikannya. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, damai, terbuka dan demokratis. Oleh karena itu, pembaharuan model pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan suatu bangsa. Kemajuan bangsa Indonesia dapat dicapai melalui penataan pendidikan yang baik, dengan adanya berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan diharapkan dapat menaikkan harkat dan martabat manusia Indonesia. Untuk mencapainya, pembaharuan pendidikan  di Indonesia perlu terus dilakukan untuk menciptakan dunia pendidikan yang adaptif terhadap perubahan jaman.
Dalam menghadapi Ujian Nasional pada tahun 2013/2014 ini, guru dan siswa MIS Tanjung berusaha dengan keras untuk dapat meningkatkan efektifitasnya dalam pelaksanaan pendidikan. Carut marutnya proses ujian yang dilaksanakan pada tahun ini tidak menyebabkan berkurangnya keinginan siswa dalam belajar. Berbagai langkah juga ditempuh oleh guru MIS Tanjung melalui berbagai model pembelajaran yang kini telah diterapkan. Tentunya dalam hal ini muncul ide atau inovasi baru yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa yang mengakibatkan ujian tersebut berhasil.
Dalam proses pembelajaran seringkali siswa mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran yang disebabkan oleh faktor- faktor tertentu. Selama ini model pembelajaran yang sebagian besar digunakan oleh guru di sekolah dalam mengajar adalah model pembelajaran langsung. Pada pembelajaran langsung, guru merupakan subyek utama kegiatan pembelajaran. Guru dalam menyampaikan dan menyajikan bahan pelajaran disertai dengan macam-macam penggunaan metode pembelajaran lain, seperti diskusi, tanya jawab, pemberian tugas, dan sebagainya. Guru menjelaskan materi yang diajarkan dengan menggunakan contoh, kemudian siswa diminta untuk menyebutkan kembali dan menerapkan ke soal yang lain yang sesuai dengan contoh tersebut, guru merupakan subyek utama dalam proses pembelajaran. Dengan proses belajar seperti diatas akan menyebabkan siswa kurang aktif melibatkan dirinya dalam kegiatan pembelajaran, sehingga pemahaman siswa tentang pelajaran sangat lemah.
Sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa perlu dikembangkan suatu pembelajaran yang tepat sehingga dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertukar pendapat, bekerjasama dengan teman, berinteraksi dengan guru, menggunakan maupun mengingat kembali konsep yang dipelajari. Mengingat pentingnya pendidikan, guru diharapkan mampu merencanakan pembelajaran sedemikian rupa sehingga siswa dapat tertarik untuk meningkatkan kemampuannya dalam pembelajaran.
Berbagai upaya yang telah ditempuh untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di MIS Tanjung diantaranya adalah menggunakan model pembelajaran Kooperatif. Dalam proses pembelajaran dengan model tersebut diharapkan siswa dapat lebih fokus dalam menerima materi pelajaran yang akan diajarkan. Terkait dengan hal tersebut diatas, salah satu unsur yang sering dikaji dalam hubungannya dengan keaktifan dan hasil belajar siswa adalah model yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Dengan menggunakan model pembelajaran yang lebih menuntut siswa untuk aktif akan mengakibatkan siswa dapat berpikir kritis, kreatif, logis, dan percaya diri.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas, maka dalam studi kasus ini dirumuskan sebagai berikut:
1.      Apakah yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif?
2.      Apakah hasil belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tersebut lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran sebelumnya?
3.      Bagaimanakah konsep dalam model pembelajaran kooperatif yang dilaksanakan di MIS Tanjung Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan?
4.      Apakah terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran dan tingkat motivasi siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tersebut?

C.    Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah yang diutarakan diatas, maka tujuan penelitian ini secara umum yaitu untuk mendapatkan informasi atau gambaran tentang keberhasilan pembelajaran dengan model kooperatif.
Secara khusus, studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui :
1.      Apakah hasil belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model kooperatif lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran sebelumnya.
2.      Bagaimana konsep dalam model pembelajaran kooperatif yang dilaksanakan di MIS Tanjung Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan.
3.      Apakah terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran dan tingkat motivasi belajar siswa terhadap hasil ujian yang didapat.
D.    Lokasi dan Waktu Penelitian
Dalam studi kasus tentang model pembelajaran kooperatif ini, kami mengambil lokasi di MIS Tanjung Tirto Kabupaten Pekalongan. Proses yang kami lakukan adalah dengan cara wawancara dan melihat langsung bagaimana proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif. Dalam hal ini kami melakukan proses penelitian dengan pembagian waktu sebagai berikut :
Kamis, 25 April 2013             : a. Mencari informasi tentang pelaksanaan model pembelajaran kooperatif.
                                                  b.  Bagaimana proses dan cara pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif.
                                                  c. Pengamatan langsung pembelajaran model kooperatif dengan melihat proses pembelajarannya.
Senin, 29 April 2013              : a.   Menanyakan kepada guru pengampu dan kepala sekolah serta siswa apakah hasil belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif lebih baik dari metode sebelumnya.
                                                  b.  Adakah interaksi antara penerapan model pembelajaran dan tingkat motivasi belajar siswa terhadap hasil ujian yang didapat.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Ide Inovasi
Dalam perkembangan pendidikan di MIS Tanjung beberapa tahun yang lalu masih belum dapat menunjukkan hasil yang memuaskan. Kemudian bertambahnya pengalaman dalam mengajar dan para guru sudah banyak yang menempuh tingkat pendidikan S1, maka para guru di MIS Tanjung dapat menemukan model pembelajaran yang kemudian dapat menambah kemajuan dalam hasil prestasi belajar siswa. Dalam hal ini muncul ide dari para guru untuk mengembangkan model pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif.

Pengertian
Kerja kelompok merupakan salah satu strategi untuk mengaktifkan siswa MIS Tanjung dalam kegiatan belajar, karena strategi ini banyak memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja bersama memecahkan masalah untuk tujuan. Keaktifan siswa untuk bertanya kepada guru, menjawab pertanyaan guru, serta menuliskan jawaban di papan tulis atas inisiatif sendiri, dan bekerja sama dalam kelompok diharapkan bertambah sehingga dapat meningkatkan keaktifan pembelajaran pada umumnya.
Pembelajaran kooperatif menekankan pada kehadiran teman sebaya yang berinteraksi antar sesamanya sebagai sebuah teman dalam menyelesaikan suatu masalah. Menurut Arends (2004: 356), model pembelajaran kooperatif mempunyai ciri-ciri :
a.    Siswa bekerja dalam kelompok dengan bekerjasama untuk menyelesaikan materi belajar.
b.    Kelompok dibentuk dari siswa yang mempunyai kemampuan akademis tinggi, sedang dan rendah, serta berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda.
c.    Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok daripada individu.
Menurut Moh. Uzer Usman (2000: 103) dengan pengajaran kelompok kecil, memungkinkan siswa belajar lebih aktif, memberi rasa tanggung jawab yang lebih besar, berkembangnya dengan kreatif dan sifat kepemimpinana pada siswa, serta dapat memenuhi kebutuhan pada siswa secara optimal.
Menurut Robert E. Slavin (1991) yang dikutip oleh Rachmadi Widdiharto (2004: 15) belajar kooperatif, siswa bekerja dalam kelompok dan saling membantu untuk menguasai bahan ajar. Lowe (1989) yang dikutip oleh Rachmadi Widdiharto (2004: 15) menyatakan bahwa belajar kooperatif secara nyata semakin meningkatkan pengembangan sikap sosial dan belajar dari teman sekelompoknya dalam berbagai sikap positif. Keduanya memberikan gambaran bahwa belajar kooperatif meningkatkan sikap sosial yang positif dan kemampuan kognitif yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dimana siswa MIS Tanjung dapat saling bekerjasama dalam kelompok dan saling membantu dalam memahami materi pelajaran. Dengan pembelajaran kooperatif memungkinkan siswa MIS Tanjung belajar lebih aktif, serta dapat memenuhi kebutuhan siswa secara optimal guna pencapaian tujuan belajar. Dalam hal ini siswa MIS Tanjung bekerjasama dan belajar dalam kelompok serta bertanggung jawab pula terhadap kegiatan belajar siswa lain dalam kelompoknya.
B.     Kajian Masalah dan Karakteristik
Dalam proses belajar mengajar di MIS Tanjung sudah berbagai macam metode atau model pembelajaran yang digunakan seperti model  pembelajaran langsung, diskusi, tanya jawab, dan juga pemberian tugas. Agaknya model pembelajaran dengan model kooperatif inilah yang mendapatkan posisi teratas dalam pencapaian hasil yang diinginkan. Metode sebelumnya yang diterapkan ada beberapa siswa yang kurang antusias mengikuti pelajaran dikarenakan tidak adanya motivasi belajar dari diri mereka. Siswa tersebut masih pasif, enggan, takut, dan malu untuk bertanya. Mereka memilih untuk diam jika ada suatu hal yang belum mereka mengerti atau pahami dari pada harus bertanya kepada guru yang mengajar. Menurut seorang siswa, hal ini disebabkan karena mereka tidak berani bertanya kepada guru, takut salah dan lebih senang bertanya kepada teman. Keaktifan siswa untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) masih kurang, beberapa siswa mengatakan alasan mereka tidak mengerjakan PR karena tidak bisa mengerjakan, lupa, malas dan lain sebagainya. Keadaan tersebut, apabila didiamkan akan menyebabkan siswa semakin mengalami kesulitan dalam mempelajari dan memahami materi pelajaran berikutnya.
Didasari dengan inilah muncul ide untuk membentuk kelas menjadi kelompok-kelompok kecil dengan model pembelajaran kooperatif tersebut. Model pembelajaran kooperatif ini menurut Arends (2004: 356) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a.       Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menyelesaikan materi belajar.
b.      Kelompok dibentuk dari siswa yang mempunyai kemampuan akademis tinggi, sedang dan rendah serta berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda.
c.       Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok daripada individu.
Tiga konsep sentral yang menjadi karakteristik pembelajaran kooperatif sebagaimana dikemukakan oleh Robert E. Slavin (1995), yaitu penghargaan kelompok, pertanggungjawaban individu, dan kesempatan yang sama untuk berhasil.
a.       Penghargaan kelompok
Pembelajaran kooperatif menggunakan tujuan-tujuan kelompok untuk memperoleh penghargaan kelompok. Penghargaan kelompok diperoleh jika kelompok mencapai skor di atas kriteria yang ditentukan. Keberhasilan kelompok didasarkan pada penampilan individu sebagai anggota kelompok dalam menciptakan hubungan antar personal yang saling mendukung, saling membantu, dan saling peduli.
b.      Pertanggungjawaban individu
Keberhasilan kelompok tergantung dari pembelajaran individu dari semua anggota kelompok. Pertanggungjawaban tersebut menitikberatkan pada aktifitas anggota kelompok yang saling membantu setiap anggota siap untuk menghadapi tes dan tugas-tugas lainnya secara mandiri tanpa bantuan teman sekelompoknya.
c.       Kesempatan yang sama untuk mencapai keberhasilan
Pembelajaran kooperatif menggunakan model skoring yang mencakup nilai perkembangan berdasarkan peningkatan hasil yang diperoleh siswa yang terdahulu. Setiap siswa baik yang berhasil rendah, sedang, atau tinggi sama-sama memperoleh kesempatan untuk berhasil dan melakukan yang terbaik bagi kelompoknya dengan menggunakan model skoring itu.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif terdiri dari tiga konsep yang utama yaitu penghargaan kelompok, pertanggungjawaban individu, dan kesempatan yang sama untuk mencapai keberhasilan.
Namun model pembelajaran kooperatif yang dilakukan di MIS Tanjung agak sedikit berbeda dengan teori diatas yaitu dengan menggabungkan model pembelajaran yang lain dengan menyesuaikan serta menambahkan beberapa hal yang masih dapat di adopsi untuk melengkapi model pembelajaran kooperatif tersebut. Penggabungan yang dilakukan pada hal-hal yang bersifat penilaian, dan portofolio serta tes lisan dan juga hafalan.
Dalam proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tersebut, siswa dibagi menjadi 6 kelompok kecil dari keseluruhan jumlah 43 siswa dengan masing-masing kelompok diberikan materi atau pelajaran yang berbeda dan guru yang berbeda. Dari 6 kelompok tersebut guru mendapatkan jadwal yang berbeda dalam proses melakukan kegiatan belajar mengajar dan jam yang berbeda pula dikarenakan guru MIS Tanjung ada yang memegang 2 sampai 3 mata pelajaran. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi benturan antara kelompok satu dengan lainnya. Proses kegiatan belajar mengajar dilakukan 2 jam pelajaran dalam satu kali pertemuan dengan mengambil waktu diluar jam pelajaran yang telah ditetapkan. Artinya proses kegiatan belajar mengajar dilakukan setelah jam pelajaran utama selesai dan dilakukan pada malam hari. Tiap kelompok kecil tersebut akan diberikan satu atau dua bab dalam satu materi pelajaran. Hal ini dilakukan dalam setiap kelompok dari kelompok pertama hingga kelompok yang terakhir dengan materi yang sama, hingga perputaran pemberian materi tersebut dapat terlaksana pada tiap kelompok kecil tersebut. Dengan cara seperti ini, siswa MIS Tanjung dapat fokus dalam menerima pelajaran.

C.    Pengkomunikasian (Channel)
Dalam proses pengkomunikasian model pembelajaran kooperatif ini, guru dan kepala sekolah menggunakan informasi lisan dan pemberian jadwal. Proses pengkomunikasian ini dilakukan dikelas dengan menghadirkan seluruh siswa, guru dan kepala sekolah MIS Tanjung. Dalam hal ini orang tua tidak diikutsertakan, karena jadwal ini hanya berhubungan dengan warga sekolah. Namun dilain pihak sebagai orang tua hanya diberikan surat pemberitahuan yang berkenaan dengan model pembelajaran kooperatif ini beserta waktu pelaksanaan yang akan digunakan untuk kegiatan tersebut diatas.
Pengkomunikasian tersebut menjelaskan bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan, pembagiannya seperti apa, dan juga bagaimana proses penyampaian materi pelajaran yang akan dilakukan. Secara garis besar semua siswa dalam hal ini kelas 6 dapat memahami apa yang nantinya akan dilakukan untuk mendapatkan materi pelajaran yang telah ditetapkan. Setiap tahapan penginformasian proses pembelajaran tersebut guru memberikan penekanan kata atau kalimat tertentu agar siswa dapat memahami apa yang harus dilakukan pada saat pembelajaran nanti. Informasi ini penting diberitahukan diawal karena akan menyebabkan siswa siap dalam menerima proses pembelajaran tersebut. Informasi tersebut adalah tentang materi yang akan diajarkan, proses penyampaian materi, penilaian dengan portofolio, tes lisan, dan juga tertulis, serta evaluasi tahap akhir dari seluruh kegiatan.

D.    Kajian Inovasi terhadap Siswa
Komunikasi seorang guru terhadap peserta didik adalah sebagai alat bantu untuk berhubungan dengan seorang siswa baik secara oral, verbal, maupun bahasa tubuh. Menimbulkan tindakan nyata adalah indikator efektivitas komunikasi yang paling penting. Karena untuk menimbulkan tindakan, para guru harus berhasil terlebih dahulu menanamkan pengertian, membentuk dan mengubah sikap atau menumbuhkan hubungan yang baik. Tindakan adalah hasil kumulatif seluruh proses komunikasi. Ini bukan saja memerlukan pemahaman tentang seluruh mekanisme psikologis yang terlibat dalam proses komunikaksi, tetapi juga faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku anak-anak kita.
Dalam hal ini ketika kami melakukan studi kasus di MIS Tanjung, terlihat jelas bahwa siswa MIS Tanjung dapat menerima apa yang disampaikan oleh guru baik itu proses pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan, pembagiannya seperti apa, dan juga bagaimana proses penyampaian materi pelajaran yang akan dilakukan. Namun ada beberapa anak yang terlihat kurang memahami apa yang disampaikan oleh guru. Kemudian pengulangan penjelasan baik itu proses pembelajaran, dan juga bagaimana proses penilaiannya, akhirnya siswa tersebut dapat memahami apa yang akan menjadi bagian dari proses pembelajaran tersebut.
Ketika terjadi proses pembelajaran para siswa terlihat antusias dalam melaksanakan prosesnya. Dikatakan menikmati juga tidak terlalu menikmati, karena proses pembelajaran tersebut terjadi diwaktu malam hari, dimana sebelumnya para siswa melakukan kegiatan pembelajaran diwaktu pagi yaitu disekolah dan sore hari di madrasah atau TPQ. Terjadi kelelahan pada diri siswa baik fisik maupun non fisik. Akibatnya siswa kurang berkonsentrasi dalam menerima materi pelajaran yang diajarkan. Menurut keterangan dari guru yang memberikan materi pelajaran, hal ini terjadi setiap kali kegiatan berjalan. Banyak diantara siswa susah untuk menerima materi yang diajarkan. Namun demikian secara keseluruhan siswa dapat melaksanakan kegiatan tersebut dengan baik.

E.     Kesulitan yang Dihadapi
Dari sudut pandang pedagogis, sifat-sifat Khalifah Umar amat dibutuhkan guru dan anak didiknya dalam upaya mengembangkan budaya avonturir; menjelajah alam pikiran dan pengetahuan dengan penuh keberanian, mau mengambil resiko tapi disertai dengan kejujuran, dan kemampuan mengelola imajinasi secara kreatif. Jika budaya ini tumbuh subur di lingkungan sekolah kita, pastilah anak Indonesia akan tumbuh menjadi serangkaian karakter Umar yang bukan hanya berani, tegas, dan jujur, tetapi juga kreatif sekaligus imajinatif.
’Imajinasi lebih menentukan ketimbang ilmu pengetahuan,’ demikian petuah Albert Einstein. Membuat anak didik kita berani dalam berimajinasi adalah tugas kita semua, para guru dan orangtua. Sebab keberanian melakukan imajinasi sama dengan berijtihad, yaitu kemampuan berlaku, berpikir dan berusaha secara sungguh-sungguh. Dalam bahasa agama, sekalipun terdapat kesalahan dalam berijtihad, maka seseorang akan memperoleh satu pahala. Sedangkan jika ijtihadnya benar, maka kepadanya akan dinisbatkan dua pahala sekaligus.
Namun tidak jarang kesulitan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar terjadi. Kesulitan itu dapat berupa proses penyampaian materi atau teknik mengajar, sarana dan prasarana, pengetahuan, dan juga hal-hal lain yang menjadi bagian dari proses belajar mengajar. Disetiap sekolah akan terjadi seperti hal diatas tentunya juga di MIS Tanjung. Dalam proses belajar mengajar guru di MIS Tanjung mengalami kesulitan karena kurangnya sarana dan prasarana pembelajaran yang berupa alat peraga, dan teknik dalam penyampaian materi. Dan dari kesulitan diatas akhirnya ada beberapa guru yang memberikan soal-soal latihan saja setiap kali pertemuan dengan alasan anak sudah diberikan materi ketika proses belajar mengajar diwaktu pagi hari. Dan inilah yang menyebabkan anak merasakan kebosanan, keengganan, ketidakseriusan dan tidak menikmati dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Kecenderungan anak akhirnya berubah menjadi bercanda dengan teman-teman lainnya, ada juga yang pergi bermain, dan juga menggambar untuk menghilangkan kejenuhan dalam proses tersebut.
Melihat kondisi tersebut, kepala sekolah kemudian memberikan penilaian dan evaluasi dalam proses pembelajaran yang harusnya dilaksanakan sesuai kesepakatan. Setelah dilakukan penilaian dan evaluasi terhadap guru yang keluar dari proses pembelajaran yang telah ditetapkan, akhirnya guru melakukan sesuai dengan kesepakatan. Evaluasi yang dilakukan oleh kepala sekolah MIS Tanjung adalah memberikan arahan terhadap guru untuk melakukan pembelajaran model kooperatif, memberikan solusi kesulitan guru dalam proses pembelajaran berupa teknik penyampaian materi, dan juga mengarahkan anak untuk mengikuti proses belajar mengajar tersebut dengan memberikan motivasi agar anak lebih semangat lagi dalam belajar. Model penyampaian materi dengan cerita juga dilaksanakan dengan tujuan anak dapat lebih memahami materi dan juga anak tidak merasa bosan dengan proses belajar mengajar tersebut.
Kemudian setelah proses pembelajaran terjadi guru memberikan penilaian terhadap kelompok dan juga pada masing-masing siswa. Dalam penilaiannya, guru MIS Tanjung tidak hanya memberikan penilaian berupa angka. Akan tetapi juga dilakukan penilaian terhadap sikap dan tingkah laku siswa dalam proses pembelajaran tersebut. Setelah penilaian dilaksanakan kemudian guru melakukan evaluasi pada tiap kelompok tentang hasil yang didapat dalam proses pembelajaran yang dilakukan siswa di kelas 6 tersebut.


BAB II
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Setelah beberapa hal yang kami amati dari hasil pembelajaran siswa di MIS Tanjung Tirto Kabupaten pekalongan, kami menemukan berbagai macam informasi yang bisa diambil kesimpulan. Kesimpulannya adalah :
a.       Bahwa model pembelajaran secara kooperatif di MIS Tanjung tidak terpaku hanya pada model tersebut, tetapi ada beberapa hal yang ditambahkan untuk melengkapi kekurangan yang ada dalam model pembelajaran kooperatif tersebut.
b.      Model pembelajaran kooperatif ini menurut kepala sekolah, guru dan siswa dapat memberikan hasil yang cukup baik, dimana ketika melihat hasil dari Ujian siswa MIS Tanjung Tirto Pekalongan terdapat peningkatan nilai dan juga sosialisasinya terhadap teman yang lain dan guru. Sehingga anak tidak canggung, malu dan takut untuk mengatakan dan bertanya apa yang menjadi beban mereka dalam belajar.
c.       Dengan melihat proses belajar mengajar di MIS Tanjung dapat dilihat bahwa, dalam penyelesaian masalah yang dihadapi, guru dan kepala sekolah dapat bekerjasama dengan baik ketika terjadi penyimpangan dari kesepakatan, mereka dapat menyelesaikan dengan jalan evaluasi dan pemberian saran dan cara untuk menyampaikan materi pelajaran. Kemudian disisi lain siswa juga diberikan motivasi untuk dapat lebih giat dalam belajar guna mencapai tujuan yang diharapkan.
d.      Selain model kooperatif digunakan, ada metode lain yang dipakai yaitu bercerita. Tujuan dari bercerita ini adalah agar siswa MIS Tanjung dapat lebih memahami materi pelajaran dan menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar.

B.     Saran
Dalam proses pembelajaran tentunya terjadi berbagai macam kesalahan tindakan, maupun dalam proses belajar mengajar. kesalahan dalam proses belajar mengajar adalah wajar selama tidak menyimpang dari koridor kurikulum dan kesopanan yang ada. Dari beberapa hal yang kami lihat dari proses pembelajaran dengan model kooperatif tersebut diatas maka, kami memberikan saran kepada para guru dan kepala sekolah bahwa :
a.       Pembelajaran model kooperatif sebaiknya dapat lebih diperluas lagi, tidak hanya di kelas 6, akan tetapi dilakukan juga ditingkat bawah.
b.      Dalam proses pembelajaran ini seharusnya ketika sudah disepakati, guru dapat melaksanakannya dengan baik.
c.       Dalam pelaksanaan model pembelajaran kooperatif ini, tidak hanya diberitahukan melalui surat pemberitahuan saja kepada orang tua. Ada  baiknya orang tua diajak untuk musyawarah lebih dulu, agar para orang tua dapat memberikan saran dan informasi yang lebih baik dari apa yang telah dilaksanakan.
d.      Koordinasi yang terlihat dari para siswa, masih ada siswa yang terlalu dominan dalam kelompok. Akibatnya siswa yang lain tidak dapat mengajukan pertanyaan dan bertanya kepada guru. Maka guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa yang lain untuk bertanya kepada guru yang bersangkutan.
Demikian hasil studi kasus kami tentang model pembelajaran kooperatif di MIS Tanjung Tirto Kabupaten Pekalongan. Maka disini kami dapat memberikan informasi bagaimana model pembelajaran kooperatif di MIS Tanjung tersebut dilaksanakan. Setiap manusia pastinya ada khilaf dan salah. Untuk itu kami sebagai penulis memohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan studi kasus ini kepada guru, kepala sekolah, dan siswa MIS Tanjung. Terima kasih atas bantuan dari seluruh keluarga besar MIS Tanjung atas segala informasi yang diberikan kepada kami.


SUMBER 
DAFTAR PUSTAKA

R. Terry George, Prinsip-prinsip Manajemen, PT. Bumi Aksara, Jakarta, 2009.
Yamin Moh., Panduan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan, DIVA Press (Anggota IKAPI), Jogjakarta, 2012.
Slavin, Robert E. Cooperative Learning. Theory, Research, and Practice: Second Edition. Boston: Allyn and Bacon, 1995.
Ibrahim, Inovasi Pendidikan, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988.
Rachmadi, W., Model-Model Pembelajaran Matematika SMP, Bahan Ajar Diklat di PPPG Matematika, Yogyakarta: PPPG Matematika, 2006.


BOGRAFI PENULIS


Burhanudin, lahir di Pekalongan, 1991. Menempuh pendidikan dasar di SDN Pandanarum Tirto tetapi tidak sampai selesai hanya sampai kelas 3 dan melanjutkan di SDN Karanganyar Tirto sampai selesai. Melanjutkan ke MTs.S Wonoyoso Buaran, dan di MAN 2 Pekalongan. Sekarang masih menempuh S1 di Sekolah Tinggi Agama Islam Ki Ageng Pekalongan (STIKAP ) dengan mengambil Prodi Manajemen Pendidikan Islam. Dan pernah bekerja di bordir komputer di Kedungwuni tetapi tidak beberapa lama keluar dari pekerjaan itu karena merasa tidak cocok dengan kebijakan manajernya.
Nama : Abdul Jami’
Alamat : Dk. Geritan Desa Kayugeritan, Karanganyar, Pekalongan
Tempat Lahir : Pekalongan
Tanggal Lahir : 5 April 1990
Riwayat pendidikan :
1.      SDN Kayugeritan 02
2.      MTs YMI Wonopringgo lulus tahun 2005
3.      SMA Islam YMI Wonopringgo tahun 2008
4.      D1 Komputer Manajemen 2009
5.      Sedang melanjutkan S1 Tarbiyah
Mohammad Khirzudin, lahir di Pekalongan, 1989. Pendidikan dilaluinya dengan keluar-masuk beberapa sekolah tingkat dasar hingga menengah. Tingkat dasar dari SDN 01 Legok Kalong Karanganyr, SDN 04 Pedawang Karanganyar, MII Karanganyar dan terakhir di SDN 01 Pekiringan Ageng Kajen hingga tamat. Melanjutkan ke SMP Islam YMI Wonopringgo dan menamatkan pendidikan menengahnya di SMP NU kajen. Setelah lulus beberapa tahun sempat berhenti tidak melanjutkan pendidikannya, kegiatannya beberapa tahun itu dari mengikuti pembinaan dan pelatihan kerja yang diselenggarakan dan difasilitasi oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah di PSBR Wira Adi Karya Ungaran Semarang selama kurang lebih empat bulan. Setelah selesai, selama hampir dua tahun memperdalam ketrampilan di bidang otomotif yang didapat dari pelatihan dengan bekerja di bengkel. tapi akhirnya merasa jenuh memilih keluar dan bekerja serabutan. Tahun 2007 melanjutkan pendidikan kesetaraan SMA di SKB PEKALONGAN di Kajen dan lulus tahun 2010. Kemudian pada tahun 2011 baru meneruskan pendidikannya di Sekolah Tinggi Islam Ki Ageng Pekalongan (STIKAP) sampai sekarang.
Afrianto Baron, lahir di Pekalongan 15 Juni 1982. Dengan nama panggil Baron dan itu nama satu-satunya yang tidak ada rival di desa Sayudan (Kebulen) Pekalongan. Menyelesaikan tingkat dasar di SD Medono 03 Pekalongan hingga lulus, melanjutkan ke SMP N 13 Pekalongan jurusan Kelistrikan, dan di SMK N 2 Pekalongan jurusan Akuntansi lulus tahun 2001. Setelah lulus langsung bekerja di sebuah jasa pengetikan di Pekalongan dan menjadi sales di Sri Kresna Buaran. Kemudian meninggalkan pekerjaan tersebut untuk mencari pekerjaan lain dan menemukan pekerjaan yang sama yaitu menjadi sales di distributor PANTURA. Akhirnya pada tahun 2002 setelah lama menjadi sales kemudian di terima di TPQ Samborejo Kabupaten Pekalongan  selama 3 tahun bersamaan dengan dimintanya  untuk mengajar di MIS Tanjung Tirto Pekalongan pada tahun 2003 hingga sekarang. Sekarang ini sedang meneruskan di sebuah perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan yaitu STIKAP.





SMS Lucu

Artikel SMS Lucu - Kumpulan SMS Lucu Lengkap dikutip dari blog berita - kisaranku. Anda bebas mempublikasikan ulang artikel ini asalkan dengan selalu mencantumkan nama sumber, dan link orisinal ke blog kisaranku.blogspot.com. Kunjungi juga koleksi sms lucu dan tulisan menarik lainnya. Trims.

SMS Lucu - Tertawa itu sehat bukan? Berhubung humor adalah cara yang paling mudah untuk menghilangkan penat, dan stress. Tidak ada salahnya kawan sedikit membaca sms lucu yang telah disediakan dibawah ini.

Penelitian juga bilang kalau orang yang sangat irit tertawa lebih sering mengidap sakit jantung. Soalnya ketika kita tertawa, paru paru dan tubuh akan penuh dengan oksigen. dan tentunya saluran pernafasan akan dibersihkan secara alami oleh tubuh. He..he Oleh sebab itu, semoga beberapa kumpulan sms lucu ini bermanfaat.

Sebagian dari tulisan ini mungkin sudah pernah ditulis di beberapa blog dan forum yang lain, tapi sebisa mungkin saya cari yang agak jarang dikeluarkan.
Selamat menikmati, oh ya sebagai bonus. Boleh juga mampir ke koleksi gambar lucu yang sudah diterbitkan sebelumnya.
===========================================
Seorang nenek yang nyebrang jalan hampir ketabrak motor.
Pengendara motor marah : "Nenek bego! Nyebrang jalan gak liat2!"
Nenek sewot : "Lo yg bego!! Nabrak nenek-nenek aja gak kena..!!"
==============================
IF u need ADVICE, message me.
If u need FRIEND, call me.
If u need HELP, e-mail me.
If u need MONEY, nomor yg anda tuju tidak dapat dihubungi. terima kasih.
=================================
Ketika masih sekolah kusadari, "Rajin Pangkal Pandai". Saat sudah bekerja kuyakini, "Hemat Pangkal Kaya". Setelah menikah kurasakan, "Nikmatnya Pangkal Paha"
==============================
"Barang siapa yang menghambur-hamburkan SMS-mu dan menggunakan Pulsamu dengan sia-sia maka merugilah mereka dihari penagihannya". (An-Nokia ; ayat 3310).

=========================================
Orang Kalau Kentut

Orang Amerika kentut bilang, "EXCUSE ME". Orang Inggris kentut
bilang, "PARDON ME". Orang Singapore kentut bilang, "I'M SORRY". Kalo
Orang Indonesia kentut, pasti bilang, "NOT ME!! NOT ME!!"
===========================================
Kalo bahasa inggrisnya beras adalah rice
Kalo bahasa inggrisnya panjang adalah long
Jadi, K'lo bahasa inggrisnya beras panjang adalah LONGTONG
===================================
When i see baby, i remember "TEDDY BEAR DOLL".
When i see a little girl, i remember "BARBIE DOLL".
But when i see u, i remember "PANADOL"
=======================================
Sifat cowok :
1. Kreatif
2. Ambisius
3. Modern
4. Pesimis
5. Radikal
6. Eksotik
7. Tangguh
Kalau di singkat, sifat cowok itu K.A.M.P.R.E. T.
======================================
Berita hari ini:
Seorang ibu & anaknya tewas akibat tersambar petir.
Kini polisi sedang berusaha untuk mengejar petir tsb
=========================================================
SELAMAT!!!!

Anda mendapatkan kado dari Digital LG!!

Pilih yg anda suka :

1. Digi-Last Mobil
2. Digi-Link Truk
3. Digi-Ring Polisi
4. Digi-Git Anjing
5. Digi-Lir Banci
======================================
Aku merasa SIMPATI padamu, karena km ibarat MENTARI yang sinarnya membuat hatiku sebening XL, dan aku bisa BEBAS mencintaimu, sepu-AS hatiku, dan kamu pantas di acungi JEMPOL, karena dari segi fisik kamu adalah cowok yang sangat FLEXI-bel. Oleh sebab itu kamu menjadi FRENS-ku sampai saat ini, sayang!!
==============================================
TEST MATA:

$

dolar. . . .

¥

Yen. . . .

£

Euro. . . .

Rp.

Rupiah. . . .

hasil test mata:

ANDA POSITIF MATA DUITAN. . .
======================================
"Ya, Tuhan... ampunilah yg baca sms ini, ia jarang berdoa! Hobinya hanya baca dan kirim sms aja."
=======================================

Cara Awet Muda, yaitu :
1. Banyak minum air kelapa muda.
2. Minum jamu awet muda.
3. Makan "Daun Muda".
4. Punya "Istri Muda".


====================================
mw tau alasan knp aq sms qm...??

4% mw tw kabar

3% perhatian

2% kangen

1% peduli

90% sayang

iya,sayang banget!!!

sayang banget kalo sms gratis ga dimanfaatin!!!

hehehe...
=============================
Pagi ini..
Aku tak sanggup makan,karna ingat kamu..

Siang ini..
Ku tak enak makan,karna kangen kamu..

Malam ini..
Aku tak bisa tidur karna...


LAPPAARRR!!!
=========================
.+""+..--.
( |==O==,===:::
'+..+"'--''

Q m├Žnkn gitar utk mu,
Q nyanyikan lagu..!!
Nina bo2k oh Nina bo2k..
kLo tdk bo2k.. Q yg bo2k..!!

Good Night, met bo2k ya...
=======================================
cinta itu buta, buta itu gelap, gelap itu hitam, hitam itu monyet, monyet itu yang baca sms ini.
===============================
..--""""""""""""""""|
/__ SMS GRatis. |
'-o-""""""""o""o"""

dren.. dren.. dren..
tiiid.. tiiid.. tiiid...
Awas... Sms Gratis mo lewat!

====================================
Pandangilah langit sebagai kebesaran tuhan, pandangilah laut sebagai anugrah tuhan, dan pandangilah cermin sebagai KUTUKAN TUHAN.
=======================================


Aku Ingin Katakan Something To U Tapi Jangan Marah Yah! Jangan sampai pershabatan kita rusak.

Aq Tau ini Terlalu Cepat Sebelum Aku Terlambat dan Sebelum Orang Lain Katakan PadaMu Lebih Baik

Aku Katakan Sekarang kalo aku ingin bilang 1 2 3 jangan lupa pipis dulu kalo mau bobo'...!!!
=======================================
Dinyanyikan dengan nada balonku ada lima

Sapiku ada lima
rupa-rupa warnanya
hitam putih kelabu
yang dua enggak tau

Sapiku hilang empat..aw..
hatiku sangat kacau
sapiku tinggal satu
mukanya kayak kamu
=========================
Carilah istri yang SALEHA (Suka Lupa Pake Beha) agar jadi SAKINAH (Sekali Kena Ingin Nambah) & jadilah suami yang SIAGA (Siap Antem Pakai Gaya Apa Saja).
=================================
Kita jangan jadi Generasi P18:
Pergi Pagi Pulang Petang Pala Pusing Perut Perih
Pinggang Pegal Pegal Pantat Panas Penis Penyakitan
Penghasilan Pas Pasan
==================
Pohon Pisang,Pohon Palem
Tadi siang,sekarang malem
Pohon palem di seruduk kebo
Met malam, kebo...
==================
Setelah JABOTABEK pemerintah akan membuat program 3 kota bersaudara ( Three sister cities ) yaitu NGAWI - CENGKARENG - CIOMAS yang apabila disingkat menjadi NGACENGMAS ....
=======================================
Menurut penelitian terbaru oleh para ahli kedokteran, ternyata 100 % penyebab kematian seseorang adalah jantung, yaitu JANTUNGNYA BERHENTI BERDENYUT
======================================
SMS lucu ini diambil dari berbagai sumber.
PS: Baca aturan pakai, semoga gak ada yang tersingggung. he..he.
Komentar, opini, dan pendapat bebas untuk ditulis dikotak komentar.

 
Powered by Blogger